Ini post-nya Astoria Greengrass di thread Uriel Eamnnon di Danau, Faceless Monsters. Di sana ceritanya tiap yang ngerepp harus jadi seorang monster di dalam diri char mereka masing-masing.
To tell you the truth.... Gw udah lama keracunan Drusilla-nya Buffy the Vampire Slayer. Sintingnya, sadisnya, psycho-nya.... semuanya. Kepingin banget coba nge-RP as dia, tapi gw nggak yakin bakalan sanggup ngurusnya kalo harus bikin char baru. Makanya cari-cari tret AU =)) ya akhirnya dimasukin ke situ. Agak-agak kurang ngepas sih sama tema topik, tapiyasudahlah, gw lega pada akhirnya bisa nyobain ngepos dengan mentality kayak gini :* Gw edit dikit dari versi aslinya, diperbaiki =))
-------------------------------------------------
Ada yang bersenandung.
Siapa?
Tidak kenal, tidak kenal. Itu bukan dia.
Really? Kalau begitu—
—Si-a-pa?
Iya, si-a-pa?
Ada yang tengah mengayun-ayunkan kaki. Ia duduk di cagak terendah pohon yang melandai nyaman, di tepi sebuah danau yang airnya berkilau secantik berlian. Ah, berlian, berlian, cantik, bukan? Semua perempuan suka yang cantik, yang berkilauan. Semakin mahal semakin dipuja. Semakin mahal semakin dicari. Mengedip sini, menggoda sana, mencoleng sini, merenggut sana, demi memberi label kepemilikan pada apa-apa yang cantik, apa-apa yang berkilauan. Kemudian mereka tertawa puas. Mengusungnya dengan bangga. Menutup mata dan telinga atas huru hara yang mungkin tercipta dalam prosesnya.
Perempuan, perempuan. Karenanyalah Adam diusir dari Surga, no? Bukan? Oho, itu karena Hawa yang dihasut setan?
Mmm, mmm, tapi bukankah perempuan juga—setan—dengan cara mereka sendiri?
Kau tahu, Tuhan menciptakan berjenis-jenis makhluk. Manusia, malaikat, setan—dan perempuan.
Ah, tapi, apa lacur membahas tentang tuhan, surga dan sejenisnya dengan dia. Kata-kata hanyalah kata-kata, bukan begitu? Tuhan, surga, setan, dosa, berlian, sampah, kepuasan... semua hanya kata-kata. Yang membedakan hanyalah distorsi dari perspektif seseorang belaka, no? Bagi sebagian orang kata-kata itu mungkin sarat dengan makna. Baginya, itu hanyalah kata-kata belaka.
Iya, bagi siapa?
Dia itu—siapa?
Seorang Astoria Greengrass tak pernah memanjat pohon bak anak kolong barbar. Dia mungkin berkata kasar pada para sampah, dia mungkin mendelik sinis pada yang tak berharga, namun dia tetaplah gadis terpelajar, tahu siapa yang pantas mendapat sopan santunnya, siapa yang pantas mendapatkan hormatnya. Dalam alam manapun, dalam jenis kamus Astoria yang manapun, memanjat pohon tetaplah sesuatu yang tidak pantas untuk seorang perempuan.
Terpelajar—eh?
Siapa memangnya yang mengajarimu, Sayang?
Ya, siapa, siapa?
Tak bisa menjawab, ya? Hmmm, hmmm.... memangnya kau ini punya siapa? Ayah—tidak. Ia sibuk dengan dunia kelelakiannya. Ibu? Mmh. Dia pun sibuk—dengan apapun yang ia usung sebagai kesibukan, mengecualikan kewajiban mendidik dua putrinya. Kakak—eh? Bukankah—bukankah bersikap seolah kalian tidak saling mengenal itu—sudah lumrah? Ya, ya, Astoria, Astoria, dia yang terkucilkan, yang seolah tak diinginkan, yang masih harus berpura-pura mengangkat dagu, seolah masih bermahkotakan kejayaan, sementara dunia tetap berputar tanpa membawanya. Ia menggeliat sendiri, tertatih sendiri, mencari dunianya sendiri, paling berbahagia di saat-saat paling gelap dan mencekam bagi orang lain.
"Bored now..."
Disenandungkan pelan, lamat-lamat. Yang tadi tengah duduk mengayunkan kaki di cagak, kini meloncat turun. Memiringkan kepala, rambut cokelatnya terurai jatuh di bahu, dimainkan sejumput oleh jari jemari kurus. Menapak. Pelan. Pelan. Mendekat.
"Are you bored as well?" senandung, senandung tipis setengah melamun, memandang dengan kepenasaran seorang bocah yang melihat serangga pertamanya, telunjuknya menyentuh samar. "I was dreaming," irisnya menerawang, "there were worms in my baguette..."
(pouts)
Aah... sesama penderita kebosanan sama sekali tak menghibur, no?
Look, look! Look at them! Those two—what, people? No, no, they weren't, of course, Dear, you aren't too, are you?—devil, devil, nymph—whatevs—See what's reeking from them—"I smell fear,"——mengikik maniakal lagi—"It's intoxicating."
"Run and catch, run and catch, the lamb is caught in the blackberry patch."
Menyenangkan, ya, Astoria sayang?
------------------------------------------------------
Semua kalimat langsung (c) to Vamps!Willow dan Drusilla dari Buffy The Vampire Slayer.
0 comments:
Post a Comment