Thursday, October 13, 2011

"As strange as it seems, I'd rather dissolve than have you ignore me." - Post 1

'Dear eyelashes, wish bones, dandelions, pennies, shooting stars, 11:11, and birthday candles,'


Cahaya matahari sore jatuh miring, terbaurkan oleh tebalnya asap putih dari lokomotif, yang kemudian mengambang di atas kepala, menyebar. Jubah-jubah berbagai motif, warna, dan material berkelebat, ribuan kaki-kaki berderap sibuk, seruan girang, teriakan cemas, tangis rindu yang meledak, eongan kucing meningkahi, dekut burung hantu tak mau kalah, debam koper-koper kayu berat dijatuhkan, derit roda troli yang berseliweran...

Seperti biasa. Suasana biasa di setiap masa kepulangan dari Hogwarts, seperti tahun-tahun kemarin. Ada beberapa hal yang berbeda, memang. Bagaimana aura kecemasan dan paranoid mengambang samar di udara. Bagaimana beberapa dari mereka melangkah sedikit tergesa, dengan mata berkeliling waspada, dengan bibir menipis penuh konsentrasi. Bagaimana beberapa lagi dari mereka jelas-jelas mengangkat dagu dengan angkuh, seringai penuh kuasa membayang.

And then there's her...

'But it's evening. I have no wish bones, dandelions, nor pennies,'


Trolinya penuh dengan koper kayu jumbo beremblem Hogwarts, lalu koper-koper yang lebih kecil, lalu kotak-kotak lain, terparkir aman di sebelah bangku besi panjang yang tengah ia duduki di ujungnya. Ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebuah sangkar di tumpukan paling atas, seekor burung hantu salju betina bertengger tenang di dalamnya, seolah tengah ikut memperhatikan keadaan sekeliling dalam diam. Burung hantunya, burung hantu barunya, yang Andrew belikan musim gugur lalu untuknya, yang ia beri nama Dawn. Dawn yang cantik, Dawn yang selalu melaksanakan tugasnya dengan sempurna meski harus terbang menempuh jarak jauh ke berbagai negara, Dawn yang tenang, tidak pernah rewel macam-macam. Sedikit senyum gadis itu tersungging, berdiri meraih sangkar, mengeluarkan burung hantunya. Mengelusnya sayang sementara si cantik berpindah ke atas lengannya.

'And today's not my birthday either,'


"When do you think he'll come, Dawn?"

Ia tengah menunggu. Bukan, ini bukan skeptisisme atas berkurangnya intensitas surat-menyurat mereka di bulan terakhir, atau atas perbincangan mereka tempo hari lewat cermin setelahnya. Ia ingin tetap percaya, kalau begitu ia menginjakkan kaki di peron, akan ada pemuda itu yang tengah berdiri menunggunya, kedua tangannya yang besar terkembang lebar, mata hijaunya bersinar-sinar penuh kehidupan, lalu mendekapnya, memberinya kehangatan yang ia rindukan dalam-dalam selama ini. Ia ingin tetap percaya kalau rumah mereka yang hangat, yang nyaman, akan menyambutnya nanti, kemudian mereka akan melewatkan hari-hari musim panas membayar semua yang terlewatkan ketika ribuan kilometer memisahkan mereka, ketika surat ataupun cermin dua arah sudah tak lagi sanggup memberi sesuatu yang signifikan.

Bayangan Oleg yang menemuinya dengan hanya secarik cabikan kaus berlumur darah dan berita buruk alih-alih pemudanya, masih tak bisa ia usir jauh-jauh.

'So, dear eyelashes,'


Telapaknya menepuk perlahan kepala Dawn. Lengannya diangkat, membiarkan burung hantunya terbang di atas kepala sementara mereka menunggu. Ia tidak khawatir, Dawn tahu ke mana harus menyusulnya sekalipun nanti mereka terpisah. Kembali ia menerawang kosong ke arah kereta, mesinnya sudah lama berhenti, hanya tinggal sisa-sisa asap tipis masih mengepul. Peron masih sepenuh sebelumnya.

Ini terakhir kalinya ia akan melihat kereta merah itu, yeah? Semuanya benar-benar sudah berakhir. Benar-benar selamat tinggal. Pada Hogwarts, pada kereta merah, pada tujuh tahun yang lalu, pada mereka-mereka yang mengisi tujuh tahunnya.

'Please, do your job.'


Ia masih menunggu.

===========================

Title (c) to MGMT - Congratulations. Quotes (c) to Tumblr with some changes

0 comments: